Selasa, 16 Oktober 2012

MAKALAH TEORI EKONOMI KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM EKONOMI

ANALISIS, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM EKONOMI, SERTA SISTEM YANG COCOK UNTUK NEGARA INDONESIA TEORI EKONOMI I UNTUK MEMENUHI TUGAS DARI DOSEN PENGAMPU Drs. ABDUL BASID, MM. DISUSUN OLEH : BUSTANI 11.31.0123 MULYANA 11.31.0007 ATILISANI 11.31.0055 SUTRA ANI 11.31.0143 NI WAYAN RINTIS 11.31.0045 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN (UNISKA) MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARY BANJARMASIN TAHUN 2012 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 1. Latar Belakang 1 2. Rumusan Masalah 1 3. Maksud dan Tujuan 2 BAB II PEMBAHASAN 3 1. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar Bebas(kapitalis) 3 2. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Terpusat (sosialis) 5 3. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekoonomi Campuran 6 4. Sistem Ekonomi yang Cocok untuk Negara Indonesia 7 BAB III PENUTUP 9 1. Kesimpulan 9 DAFTAR PUSTAKA 12 KATA PENGANTAR A. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Assalamu’alaikum Wr.Wb. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang telah memberikan Nikmat Iman dan Islam, serta Nikmat-Nikmat-Nya. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan, ampunan dan ridha-Nya baik yang nampak maupun yang tersembunyi di masa lalu dan saat ini. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi-Nya dan Rosul-Nya, Muhammad beserta para Sahabatnya yang menolong agama-Nya dengan usaha yang sungguh-sungguh serta orang-orang yang mengikuti mereka yang mewarisi ilmu mereka dan ulama itu pewaris para Nabi-. Muliakanlah para ulama tersebut sebagai pewaris dan yang diwarisi. Sehingga kami bisa menyelesaikan sebuah makalah tentang “Analisis, Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi, serta Sistem yang Cocok untuk Negara Indonesia “. Selesainya makalah ini, tentunya tidak lepas dari bimbingan dosen Bapak Abdul Basid, MM. serta kerjasama teman, serta kemajuan internet yang sangat membantu kami untuk mencari bahan-bahan kuliah. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada mereka. Makalah ini dibuat secara ringkas, namun mudah-mudahan tidak mengurangi arti dari subtansi aslinya. Semoga makalah ini memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kami penulis khususnya, dan memberikan banyak manfaat kepada pembaca pada umumnya. Banjarmasin, 15 Oktober 2012 Tim Penyusun, BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Indonesia bersistem ekonomi campuran dengan nama System perekonomian Demokrasi Pancasila, tapi kenyataannya berkata lain khususnya di ranah di media massa. Media massa pada hari ini sudah mengalami metamorposa menjadi sebuah industry sebagai bagian dari keluarga besar dunia industry, media adalah institusi ekonomi berorientasi profit. Pemodal selalu saja akan menjadikan industry media sebagai pengumpul modal. Prinsip money more money akan diterapkan secara massif, termasuk para industri media. Orientasi ekonomi yang begitu kuat menjadikan media massa sering kali tidak lagi mempunyai idealisme, kalaupun ada hanya kembangan parsial dari orientasi yang ditekankan pada kaum pemodal, yakni keuntungan. 2. Rumusan Masalah a. Apa kelebihan dan kekurangan system ekonomi pasar bebas (kapitalis) ? b. Apa kelebihan dan kekurangan system ekonomi terpusat (sosialis) ? c. Apa kelebihan dan kekurangan system ekonomi campuran (gabungan system ekonomi kapitalis dan sosialis) ? d. Sistem ekonomi apa yang cocok untuk perekonomian di Indonesia ? 3. Maksud dan Tujuan A. Maksud a. Mengetahui kelebihan dan kekurangan system ekonomi pasar bebas (kapitalis) b. Mengetahui kelebihan dan kekurangan system ekonomi terpusat (sosialis) c. Mengetahui kelebihan dan kekurangan system ekonomi campuran (gabungan system ekonomi kapitalis dan sosialis) d. Memberikan pendapat tentang Sistem ekonomi apa yang cocok untuk perekonomian di Indonesia B. Tujuan a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Ekonomi I dari dosen pengampu b. Untuk menambah ilmu pengetahuan tentang system ekonomi c. Memahami tentang system perekonomian BAB II PEMBAHASAN 1. Kelebihan dan Kekurangan System Ekonomi Pasar Bebas (Kapitalis) Sebelum mengetahui kelebihan dan kekurangan system pasar bebas, sebaiknya kita mengetahui apa itu system serta pengertian tentang system ekonomi pasar bebas. Menurut Dumairy (1996), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia dengan subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta alat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan ekonomi. sistem ekonomi pasar bebas ialah Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Setidak-tidaknya, terdapat keleluasaan yang sangat longgar bagi orang perorangan dalam atau untuk memiliki sumber daya. Kompetisi antar individu dalam memenuhi kebutuhan hidup, persaingan antarbadan usahan dalam meraih keuntungan, sangat dihargai. Tidak ada batasan atau kekangan bagi orang perorangan dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya. Prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi kapitalis adalah “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya”. Campur tangan pemerintah dalam sistem ekonomi kapitalis sangat minim. Pemerintah lebih berkedudukan sebagai “pengamat” dan “pelindung” perekonomian. Adapun kelebihan system ekonomi pasar bebas yaitu : 1. Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang. 2. Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya. 3. Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih Adapun kekurangan system ekonomi pasar bebas yaitu : 1. Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik. 2. Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain). Kapitalisme dapat dikatakan memiliki lima ciri-ciri menonjol dibawah ini : Ia menganggap ekspansi kekayaan yang dipercepat dan produksi yang maksimal serta pemenuhan “keinginan” (want) menurut preferensi individual sebagai sangat esensial bagi kesejahteraan manusia.  Ia menganggap bahwa kebebasan individu yang tak terhambat dalam mengaktualisasikan kepentingan diri sendiri dan kepemelikan atau pengelolaan kekayaan pribadi sebagai suatu hal yang sangat penting bagi inisiatif individu.  Ia berasumsi bahwa inisiatif individual ditambah dengan pembuatan keputusan yang terdesentralisasi dalam suatu pasar kompetitif sebagai syarat untuk mewujudkan efisiensi optimum dalam alokasi sumber daya.  Ia tidak mengakui pentingnya peran pemerintah atau penilaian kolektif, baik dalam efisiensi alokatif maupun pemerataan distributive.  Ia mengklaim bahwa melayani kepentingan diri sendiri (self interest) oleh setiap individu secara otomatis melayani kepentingan sosial kolektif. 2. Kelebihan dan Kekurangan System Ekonomi Terpusat (Sosialis) Dalam sistem ekonomi sosialis, sumber daya ekonomi atau factor produksi diklaim sebagai milik negara. Sistem ini lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memaukan perekonomian. Imbalan yang diterima berdasarkan pada kebutuhannya, bukan berdasarkan asa yang dicurahkan. Prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis ialah “setiap orang menerima imbalan yang sama”. Dalam sistem ekonomi sosialis, campur tangan pemerintah sangat tinggi. Justru pemerintahlah yang menentukan dan merencanakan tiga persoalan pokok ekonomi (what, how, for whom). Sistem ekonomi sosialisme sebenarnya cukup sederhana. Berpijak pada konsep Karl Marx tentang penghapusan kepimilikan hak pribadi, prinsip ekonomi sosialisme menekankan agar status kepemilikan swasta dihapuskan dalam beberapa komoditas penting dan menjadi kebutuhan masyarakat banyak, seperti air, listrik, bahan pangan, dan sebagainya. Adapun kelebihan system ekonomi terpusat (sosialis) yaitu : 1. Disediakannya kebutuhan pokok. Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara. 2. Didasarkan perencanaan Negara. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi. 3. Produksi dikelola oleh Negara Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara. Adapun kelemahan system ekonomi sosialis yaitu : 1. Sulit melakukan transaksi. Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar. 2. Membatasi kebebasan. System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin. 3. Mengabaikan pendidikan moral. Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi. Adapun ciri-ciri system sosialis yaitu : a. Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).  Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.  Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis. b. Peran pemerintah sangat kuat.  Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.  Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.  Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi.  Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis).  Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis). 3. Kelebihan dan Kekurangan System Ekonomi Campuran Di samping kedua ekstrim sistem ekonomi tersebut, terdapat sebuah sistem yang lain yang merupakan “atas campuran : antara keduanya, dengan berbagai fariasi kadar donasinya, dengan berbagai fariasi nama dan oleh istilahnya. Sistem ekonomi campuran pada umumnya diterapkan oleh negara-negara berkembang atau negara-negara dunia ke tiga. Adapun kelebihan dan kekurangan system ekonomi campuran yaitu : 1. Pada dasarnya sistem ekonomi campuran atau sistem ekonomi kerakyatan dengan persaingan terkendali, agaknya merupakan sistem ekonomi yang paling cocok untuk mengelola perekonomian di Indonesia, namun demikian akhir-akhir ini sistem ekonomi Indonesia semakin condong ke ekonomi liberal dan kapitalis hal ini ditandai dengan derasnya modal asing yang mauk ke Indonesia dan banyaknya BUMN dan BUMD yang telah diprivatisasi. Kecenderungan tersebut dipacu derasnya arus globalisasi dan bubarnya sejumlah negara komunis di Eropa Timur yang bersistem ekonomi sosialisme-komunistik. Adapun kekurangan system ekonomi campuran yaitu : 1. Beberapa negara di antaranya cukup konsisten dalam meramu sistem ekonomi campuran, dalam arti kadar kapitalisnya selalu lebih tinggi (contoh Filipina) atau bobot sosialismenya lebih besar (contoh India). Namun banyak pula yang goyah dalam meramu campuran kedua sistem ini, kadang-kadang condong kapitalistik. 4. Sistem ekonomi yang cocok untuk Indonesia Ciri-ciri sistem ekonomi campuran, antara lain adalah : 1. Adanya peranan individu, swasta, dan pemerintah untuk melakukan kegiatan ekonomi 2. Pemerintah atau negara menangani sektor-sektor ekonomi yang menguasai kepentingan masyarakat secara umum. Menurut pendapat kami system ekonomi yang cocok untuk Indonesia ialah system ekonomi campuran, karena terdapatnya tingkat kebebasan ekonomi individu (termasuk kepemilikan industri secara individu) yang bersipadu dengan ekonomi terancang (termasuk campur tangan atas tanggung jawab sosial, pemulihan lingkungan, atau pemilikan aset atau sumber pengeluaran oleh negara).Namun system ini tidak jalan sepenuhnya, karena mungkin pengaruh terlalu banyak penanaman modal asing di Indoenesia. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari makalah ini yaitu : Kelebihan system ekonomi pasar bebas yaitu : 1. Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang. 2. Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya. 3. Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih Kekurangan system ekonomi pasar bebas yaitu : 1. Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik. 2. Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain). Kelebihan system ekonomi terpusat (sosialis) yaitu : 4. Disediakannya kebutuhan pokok. Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara. 5. Didasarkan perencanaan Negara. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi. 6. Produksi dikelola oleh Negara Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara. Kelemahan system ekonomi sosialis yaitu : 4. Sulit melakukan transaksi. Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar. 5. Membatasi kebebasan. System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin. 6. Mengabaikan pendidikan moral. Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi. Kelebihan dan kekurangan system ekonomi campuran yaitu : 1. Pada dasarnya sistem ekonomi campuran atau sistem ekonomi kerakyatan dengan persaingan terkendali, agaknya merupakan sistem ekonomi yang paling cocok untuk mengelola perekonomian di Indonesia, namun demikian akhir-akhir ini sistem ekonomi Indonesia semakin condong ke ekonomi liberal dan kapitalis hal ini ditandai dengan derasnya modal asing yang mauk ke Indonesia dan banyaknya BUMN dan BUMD yang telah diprivatisasi. Kecenderungan tersebut dipacu derasnya arus globalisasi dan bubarnya sejumlah negara komunis di Eropa Timur yang bersistem ekonomi sosialisme-komunistik. Kekurangan system ekonomi campuran yaitu : 1. Beberapa negara di antaranya cukup konsisten dalam meramu sistem ekonomi campuran, dalam arti kadar kapitalisnya selalu lebih tinggi (contoh Filipina) atau bobot sosialismenya lebih besar (contoh India). Namun banyak pula yang goyah dalam meramu campuran kedua sistem ini, kadang-kadang condong kapitalistik. System ekonomi yang cocok untuk Indonesia. 1. Menurut pendapat kami system ekonomi yang cocok untuk Indonesia ialah system ekonomi campuran, karena terdapatnya tingkat kebebasan ekonomi individu (termasuk kepemilikan industri secara individu) yang bersipadu dengan ekonomi terancang (termasuk campur tangan atas tanggung jawab sosial, pemulihan lingkungan, atau pemilikan aset atau sumber pengeluaran oleh negara).Namun system ini tidak jalan sepenuhnya, karena mungkin pengaruh terlalu banyak penanaman modal asing di Indoenesia. DAFTAR PUSTAKA Zamroni, M, S.Pd. 2009. Buku Kantong Ekonomi IPS. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Pelaku-Pelaku_Ekonomi_Dalam_Sistem_Perekonomian_Indonesia_8.2_(BAB_15) (SUMBER http://ikharetno.wordpress.com/2011/04/01/sistem-perekonomian-indonesia-lanjutan/)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar